Monday, 1 August 2011

Apple Kini Lebih Kaya dari Pemerintah AS




Steve Jobs mempresentasikan iPad (businessinsider.com)
VIVAnews - Perusahaan produk elektronik dan komputer terkemuka asal Amerika Serikat, Apple Inc., kini memiliki lebih banyak uang ketimbang pemerintah Amerika sendiri. Perusahaan besutan Steve Jobs itu punya banyak uang untuk dibelanjakan, sementara pemerintahan Presiden Barack Obama kini pusing dengan banyak utang yang harus dibayar.


Menurut stasiun berita BBC, Apple kini memiliki uang sebanyak US$76,4 miliar. Sebaliknya, menurut Kementerian Keuangan AS, Washington hanya memiliki kas sebanyak US$73.7 miliar. 
Melimpahnya kekayaan Apple ini berkat lonjakan hasil penjualan saham dan, terutama, penjualan dua produk yang laris manis dalam beberapa tahun terakhir, yaitu telepon pintar iPhone dan komputer tablet iPad.


Berdasarkan laporan keuangan dalam tiga bulan terakhir, yang berakhir 25 Juni 2011, pendapatan bersih Apple 125 persen lebih besar dari perioden yang sama tahun lalu, yaitu sebesar US$7,31 miliar.


Kalangan pengamat menerka-nerka apa yang bakal dilakukan Apple dengan uang sebanyak itu. "Apple belum mau buka kartu," kata Daniel Ashdown, pengamat dari Juniper Research.


Muncul spekulasi bahwa Apple bersiap mengakuisisi sejumlah perusahaan untuk memperlebar bisnis mereka atau bisa juga memperkuat sistem hak paten teknologi. Menurut Ashdown, jaringan toko buku Barnes and Noble dan laman penyedia film Netflix diisukan jadi target untuk diakuisisi Apple.


Perusahaan itu bisa juga mendanai firma-firma yang lebih kecil untuk membuat sistem pendukung produk tercanggih mereka, semisal sistem identifikasi suara. Apple pun baru-baru ini berkongsi dengan raksasa piranti lunak komputer, Microsot Inc., untuk membeli banyak hak paten dari perusahaan teknologi asal Kanada, Nortel.


Dengan investasi US$4,5 miliar, kedua raksasa itu kini mengamankan lebih dari 6.000 hak paten.


Situasi berbeda justru dialami pemerintah AS, negara yang menjadi basis dan pangsa pasar utama Apple. AS masih susah payah keluar dari resesi dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden Barack Obama dan Kongres rupanya masih berunding secara alot mengenai upaya menaikkan batas maksimum utang pemerintah. Bila usulan pemerintah itu tidak dipenuhi Kongres hingga 2 Agustus 2011, AS bisa berisiko gagal bayar utang dan ini menurunkan citra AS di mata para kreditur.


Pemerintah berupaya menaikkan batas maksimum utang, yang kini sebesar US$14,3 triliun, demi mendukung pembiayaan rutin negara dan program-program pemerintah. Menurut statistik, Pemerintah AS menderita defisit anggaran sekitar US$200 juta setiap bulan.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Komentar yang baik akan diterima secara baik juga

 
Design by Aldo Wildan Firdaus | Bloggerized by Aldo Wildan Firdaus - Premium Blogger Themes | Online Project management